PEMBINAAN WAKIL KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA SEMARANG DI PENGADILAN AGAMA PURWOKERTO

       

       Bertempat di ruang sidang utama Pengadilan Agama Purwokerto pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Drs. H. Iskandar Paputungan, M.H. melakukan pembinaan kepada segenap pegawai termasuk Hakim Pengadilan Agama Purwokerto. Pembinaan dilakukan sesuai surat tugas Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang nomor : W11-A/298/KP.01.1/I/2020 tanggal 28 Januari 2020.

       Sebelum dilakukan pembinaan, Drs. H. Tahrir selaku Ketua Pengadilan Agama Purwokerto  memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Drs. H. Tahrir mengucapkan "Ahlan wa sahlan (selamat datang)!" kepada beliau bapak Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang di kota Satria Purwokerto guna melakukan pembinaan rutin kepada jajaran Pengadilan Agama Purwokerto. "Perlu kami laporkan kepada bapak, bahwa di Pengadilan Agama Purwokerto terdapat 34 orang pegawai yang terdiri dari 14 orang hakim (termasuk Ketua dan tanpa Wakil Ketua), 4 pejabat Kepaniteraan, 4 pejabat Kesekretariatan, 6 orang Panitera Pengganti, 5 orang Jurusita/Jurusita Pengganti dan 1 orang staf (CPNS).  Adapun perkara yang diterima tahun 2019 sebanyak 3.761 perkara dengan penyelesaian mencapai 91,7% dan sisa perkara tahun 2019 sebanyak 8,3%. Dan sampai dengan akhir Januari 2020, telah diterima 411 perkara dengan rincian 358 perkara gugatan dan 55 perkara permohonan".

       Dalam pembinaannya, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang memberikan semangat kepada yang hadir di forum tersebut dengan mengatakan "Kita harus bersyukur karena ada pekerjaan tetap setiap harinya. Coba bayangkan! Betapa banyaknya di luar sana orang bingung mencari pekerjaan. Oleh karena itu, patutlah kita bersyukur dan tetap harus bersemangat bekerja dalam rangka menyukseskan visi dan misi Mahkamah Agung Repubik Indonesia (MA-RI) yang tertuang dalam blue print MA-RI tahun 2010-2035". Beliau mewanti-wanti, terutama kepada para hakim untuk menjaga profesionalisme dalam bekerja. "Hati-hati, tidak boleh main HP ketika sidang, tidak marah-marah ketika memeriksa perkara". 

       Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang, sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo memberikan beberapa arahan kepada para aparatur Pengadilan Agama Purwokerto. Terutama dalam penanganan perkara verstek Tergugat tidak boleh dibebani nafkah madiyah, biaya descente diperkenankan hanya untuk memungut biaya transportasi. Perihal nafkah kepada para istri yang diceraikan suaminya, para Hakim hendaknya mempedomani Perma Nomor 3 tahun 2017 tentang Perlindungan Perempuan di Depan Hukum. Hal ini telah tertuang dalam Rapat Pleno Kamar Dirjen Badilag MA-RI. Dalam menangani perkara Itsbat nikah, kita harus tetap berhati-hati dan teliti agar kita tidak kecolongan.

       Diakhir pertemuan, beliau mengingatkan kepada para hakim untuk segera melaporkan daftar harta kekayaannya masing-masing melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Warga peradilan harus menjadi orang yang patuh dan taat hukum dan harus menjadi contoh bagi orang lain. (xamim)