UPACARA HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-75 DI PA PURWOKERTO

 

Senin pagi, tepat pukul 07.00 WIB, halaman kantor Pengadilan Agama Purwokerto dipadati oleh segenap pegawai yang terdiri dari Ketua, para Hakim, Panitera, Sekretaris, para Panitera Muda, para Kepala Sub Bagian, para Jurusita, segenap Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) dan para mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto yang sedang magang guna melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 Tahun 2020. Upacara sendiri diadakan berdasarkan Surat Edaran Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Nomor : W11-A/2636/HM.01.2/VIII/2020, yang mewajibkan satuan kerja Pengadilan Agama di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Semarang untuk melaksanakan Upacara Bendera Memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2020 di halaman kantor masing-masing. Adapun peserta upacara terdiri Hakim dan Aparatur Peradilan yang ditunjuk dengan menyesuaikan dengan kondisi daerah setempat.

 

Bertindak selaku pembina upacara adalah Ketua Pengadilan Agama Purwokerto Drs. Muhdi Kholil, S.H., M.A., M.M., perwira upacara H. Mochamad Nur Agus Achmadi, S.H. (Sekretaris), komandan upacara Yudiono (PPNPN), pembawa acara Nur Aliyah (Jurusita Pengganti), pengibar bendera Windi Astuti, Revina Cindy Pratika, dan Aufinda Solihah (mahasiswa magang). Sedang yang bertindak sebagai pembaca naskah teks Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah Nentin Fitriana, S. Sos (PPNPN), Pembaca Teks Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Drs. H. Nasirudin, S.H., M.H. (Hakim), Pembaca doa Drs. Fuad Amin, M.Si. (Hakim), Dirigen Annisa Dyah Restika, S.H. (PPNPN).

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Purwokerto, Drs. Muhdi Kholil, S.H., M.A., M.M., membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P.,  pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75. Gubernur Jawa Tengah berbagi kisah tentang kunjungannya ke dusun Girpasang, Kemalang, di Kabupaten Klaten. Sebuah dusun terpencil yang terletak di lereng Merapi dan untuk mencapai dusun tersebut, Gubernur harus berjalan kaki naik turun bukit, menapaki seribu lebih anak tangga. “Ngos-ngosan dan sangat melelahkan.” tutur beliau.

Di dusun itu Gubernur bertemu dengan sesepuh dusun tersebut yang bernama mbah  Padmo Darsono yang berusia kurang lebih 70 tahun. Beliau tinggal di rumah yang sangat sederhana, dindingnya sebagian besar terbuat dari bambu (gedeg). Di dapur Mbah Padmo, yang suasananya persis sepertin rumah orang tuanya Gubernur Jawa Tengah dulu, ada tungku dari tanah liat, tumpukan kayu, perkakas masak yang menghitam dan ada jagung yang digantung. Di dapur itulah Gubernur Ganjar mendapat nasihat yang sangat berharga dari Mbah Padmo dan nasihat tersebut juga sering beliau sampaikan pada warga Girpasang. Nasihat tersebut adalah: “ Urip kui sanajan abot tetep kudu dilakoni. Ojo sambat lan ojo ngeluh. Ojo mandeg senajan dengkul wis ndhredheg.” nasihat mbah Padmo. Ternyata nasihat tersebut sangat relevan dengan kondisi kita saat  ini di tengah Pandemi  Covid-19.

“Keteguhan tekad dan spirit hidup mbah Padmo itulah kita mesti bercermin. Inilah saatnya kita menengok sanubari untuk menakar seberapa besar kadar cinta kita terhadap negeri. Kadar cinta itu tidak ditentukan seberapa penting posisi kita atau sebesar tenar nama kita. Kadar cinta itu diukur layaknya yang diajarkan mbah Padmo, yaitu agar semua menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan “teteg”.  Spirit itulah yang harus kita jaga untuk menghadapi tantangan  ke depan“. pesan Gubernur  pada akhir sambutannya.

            Prosesi upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19 berlangsung dengan lancar dan hikmat dengan tetap mengutamakan protocol kesehatan. Usai melaksanakan upacara didakan foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. (xamim).