Berita Pusat

MUNAS IKAHI KE 19 DI BANDUNG

RESMIKAN MUNAS IKAHI KE 19, KETUA MA HARAPKAN IKAHI MENJADI WADAH PENINGKATAN PROFESIONALITAS HAKIM DI SELURUH INDONESIA

 

Bandung – Humas MA: Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH, membuka secara resmi acara Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) ke XIX di Hotel Inter Continental, Bandung pada Selasa malam (05/11). Acara yang diikuti oleh 209 peserta yang berasal dari Pengurus Pusat IKAHI, Pengurus Daerah, Peninjau serta mantan pimpinan/anggota IKAHI ini mengusung tema “Dengan Semangat Munas ke-XIX, IKAHI Bertekad Mewujudkan Organisasi Modern Untuk Pelayanan Peradilan Berbasis Teknologi Informasi”.

 

Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung yang juga Ketua Umum Ikahi pada 2010-2012 ini mengatakan bahwa tema Munas IKAHI kali ini selaras dengan berbagai upaya Mahkamah Agung dalam melakukan modernisasi lembaga peradilan. Lebih lanjut, mantan Juru Bicara Mahkamah Agung tersebut mengatakan bahwa sebagai mana diketahui bahwa Mahkamah Agung tidak henti-hentinya menciptakan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pada 16 Juli 2018 Mahkamah Agung telah meluncurkan aplikasi e-court, aplikasi ini merupakan lompatan besar dalam keseluruhan upaya melakukan perubahan administrasi lembaga peradilan. Selanjutnya, pada 19 Agustus 2019 Mahkamah Agung meluncurkan e-litigasi, aplikasi ini membuat praktek peradilan di Indonesia setara dengan praktek peradilan di negara-negara yang telah maju. Aplikasi ini bertahap diterapkan di pengadilan percontohan dan pengadilan-pengadilan lainnya yang sudah siap dari sisi SDM dan infrastruktur pendukung. “Untuk itu saya sangat mendukung pemilihan tema IKAHI kali ini,” kata Hatta Ali.

Pada kesempatan yang sama, Mantan Ketua Muda Pengawasan MA tersebut menjelaskan bahwa hakim adalah profesi yang mulia, kemuliaan profesi ini tidak terlepas dari profesionalitas yang melekat pada jabatan hakim. Profesionalitas ini dibangun dari pengetahuan dan pengalaman yang selalu harus diupdate sesuai dengan perkembangan masyarakat. Terkait hal tersebut, Hatta Ali menekankan organisasi IKAHI harus menjadi wadah bagi para hakim untuk selalu meningkatkan profesionalitasnya.

 

Munas IKAHI merupakan agenda tiga tahunan yang memiliki tiga agenda pokok, yaitu, laporan Pengurus Pusat IKAHI periode 2016-2019 oleh Ketua Umum, pemilihan Ketua Umum IKAHI periode 2019-2022, dan pembahasan program kerja PP IKAHI dan langkah-langkah strategis lainnya yang berkaitan dengan kepentingan hakim dan penegakan hukum di Indonesia. “Saya menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang setinggi-tinginya kepada para pengurus IKAHI 2016-2019 yang telah menjalankan amanah Munas IKAHI ke XVIII di Mataram tahun 2016. " Ucap Hatta.

Ketua Umum IKAHI 2016-2019, Dr. Suhadi, SH., MH, mengatakan dalam laporannya bahwa sejak berdirinya IKAHI adalah organisasi profesi hakim dari seluruh Indonesia terus bergerak secara dinamis untuk memperjuangkan aspirasi para hakim dalam mengembangkan hukum di Indonesia.  IKAHI juga hingga kini mendukung kesejahteraan dan kemandirian hakim, dua hal yang menurut Suhadi bagaikan dua sisi mata uang, keduanya saling berkaitan, untuk itu Ketua Kamar Pidana tersebut berharap pengurus IKAHI  mendatang bisa melanjutkan dukungan Rancangan Undang-Undang Jabatan Hakim.

 

Selain melaksanakan tiga agenda pokok, pada Munas ke 19 yang didukung oleh Bank BNI, Bank Mandiri Taspen, Bank BRI, Bank BTN, Taspen, BNI Syariah, dan Bank Sinarmas ini juga meluncurkan kartu anggota IKAHI elektronik multifungsi. Kartu ini selain bisa digunakan sebagai kartu identitas hakim, bisa juga digunakan untuk melakukan transaksi non tunai seperti pembayaran tol, berbelanja dan yang lainnya. Pada Munas kali ini juga dimeriahkan dengan kehadiran UMKM di wilayah Bandung dan sekitarnya, dan para peserta bisa melaukan photo di photobooth, dan peserta yang merasa kelelahan bisa menikmati kursi pijat secara gratis.

Selamat melaksanakan Munas kepada seluruh peserta, semoga Munas bisa memberikan hasil yang maksimal untuk masa depan hakim di seluruh Indonesia.