Orientasi Pemberkasan Perkara Kasasi/PK

 

Acara yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Drs. H. Mansur Nasir, S.H.,M.H., Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Dr. H. Edi Riadi, S.H.,M.H. selaku narasumber, panitia dari Direktorat Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Agama Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Peserta dalam acara ini adalah 6 orang Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Semarang, 36 orang Ketua Pengadilan Agama, 36 orang operator Pengadilan Agama, serta 5 orang pejabat dan staf kepaniteraan Pengadilan Tinggi Agama Semarang, keseluruhan sebanyak 83 peserta.

Orientasi Kasasi PK 2

 Acara orientasi ini dimaksudkan sebagai media untuk menyamakan persepsi para Hakim Tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI perihal pemberkasan Kasasi dan PK serta mensosialisasikan SEMA No 1 Tahun 2014 tentang Dokumen Elektronik sebagai kelengkapan pemberkasan Kasasi dan PK, dan merupakan salah satu objek pengawasan.

Orientasi Kasasi PK 3

Bagi Ketua Pengadilan Agama, oriemtasi dan sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran arti pentingnya bagi akselerasi percepatan penyelesaian perkara kasasi dan peninjauan kembali. Ketua Pengadilan Agama merupakan penanggungjawab langsung pemberkasan perkara kasasi dan PK sehingga perlu memahami seluk beluk dan mekanisme dokumen elektronik sehingga pada gilirannya dapat melakukan pembinaan dan pengawasan secara baik dan benar. Bagi para operator, acara inidiharapkan dapat meningkatkan kualitas pengiriman dokumen elektronik dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung RI serta dapat mengatasi kendala – kendala yang ditemui.

Orientasi Kasasi PK 4

Sebagaimana dilaporkan oleh ketua panitia Drs. Yusrizal, M.H., Kasubdit Peninjauan Kembali Perkara Perdata Agama Direktorat Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Agama Ditjen Badilag MARI, bahwa dari 876 perkara kasasi pada tahun 2014 yang diterima, sebanyak 484 berkas kasasi atau 56% tidak lengkap dan sebanyak 50 berkas (54%) dari 92 berkas perkara PK tidak lengkap. Ketidaklengkapan itu antara lain adanya faktor tidak telitinya petugas dalam menyusun berkas, kurangnya halaman memori, legalisir, maupun hal – hal non teknis yaitu belum dilengkapinya dokumen elektronik. “Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kualitas pemberkasan kasasi dan peninjauan kembali masih jauh dari harapan.”, demikian dikemukanan Yusrizal.

Ketua Mahkamah Agung RI telah mencanangkan tahun 2015 sebagai Tahun Minutasi Perkara. Sebagai salah satu percepatan penyelesaian perkara kasasi dan PK adalah adanya perubahan sistem pembacaan berkas dari pembacaan hardcopy menjadi pembacaan berkas softcopy. Oleh karena itu sangat dibutuhkan adanya komitmen dan konsistensi pengadilan tingkat I dalam mengirim dokumen elektronik ke Direktori Putusan Mahkamah Agung RI. “Dokumen elektronik yang diunggah harus lengkap, valid dan tepat waktu. Maka faktor kehati – hatian dan pengawasan sangatlah diperlukan.”, demikian ditandaskan oleh Yusrizal di antara pembacaan laporannya sebagai ketua panitia.

Orientasi Kasasi PK 5

Sementara itu dalam sambutannya Drs.H.Mansur Nasir, S.H.,M.H. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangatlah penting dan strategis dalam rangka meningkatkan profesionalisme aparat peradilan agama di Jawa Tengah untuk pelayanan kepada masyarakat yang prima dalam kerangka peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dan keseriusan para peserta dalam menyerap semua ilmu yang diberikan oleh para narasumber yang nantinya diimplementasikan di satkernya masing – masing. Tepat pukul 15.40 WIB, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang membuka secara resmi acara yang aka dilangsungkan selama 3 hari di Balai Diklat Propinsi Jawa Tengah ini.

Orientasi Kasasi PK 6

Menutup rangkaian acara pembukaan para peserta berdoa bersama yang dipimpin oleh Drs.H. Malik Ibrahim, S.H.,M.H. Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara.(f&n)