PA Purwokerto resmi miliki Panitera baru

 

amanah dilantik

Pada tanggal 24 Maret 2016 Ketua PA Purwokerto telah melantik Siti Amanah, SH., MH sebagai Panitera Pengadilan Agama Purwokerto. Pemisahan tugas dan fungsi yang lebih jelas antara Panitera dan Sekretaris merupakan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Namun dalam jangka pendek dan jangka panjang mau tidak mau perlu diupayakan kemitraan yang produktif antara dua lembaga ini.

Pentingnya Pemisahan Panitera dan Sekretaris

Mahkamah Agung Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Nomor 7 Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja kepaniteraan dan kesekretariatan peradilan, dengan keluarnya perma tersebut maka tugas dan fungsi kepaniteraan dan kesekretariatan menjadi terpisah, dalam arti Panitera dan Sekretaris berdiri sendiri, namun dalam menjalankan tugasnya Panitera maupun Sekretaris bertujuan membangun check and balances terhadap pilar peradilan seiring dengan menguatnya independensi lembaga peradilan, terutama dalam pelimpahan kewenangan mengelola administrasi dan keuangan kepaniteraan dan kesekretariatan.

Panitera, dalam menjalankan tugas dan fungsinya merupakan pertanganan panjang dari Ketua Pengadilan, itu artinya bahwa Panitera dalam menjalankan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Pengadilan, dengan pemisahan antara Panitera dan Sekretaris maka sangat jelas pula bahwa Panitera hanya bertanggungjawab terhadap jalannya administrasi perkara, berbeda dengan sebelumnya juga sebagai penanggung jawab jalannya administrasi kesekretariatan.

Melihat dari hal-hal tersebut, maka fungsi panitera sangat penting, terutama dalam menerapkan fungsi dan tugas pokok peradilan, dengan panitera tidak dibebani lagi tugas-tugas kesekretariatan, maka pelaksanaan teknis peradilan menjadi lebih optimal, inilah yang merupakan bagian dari sisi penting pemisahan tersebut, namun disisi lain sebagai bagian dalam satu lembaga maka kerjasama tetap diperlukan antara keduanya.

Dalam perkembangan kedepan, pemahaman atas prinsip-prinsip kerja dan bagaimana prinsip tersebut dioperasikan di tataran teknis merupakan hal penting untuk dipahami antara Panitera dan Sekretaris, agar terhindar benturan-benturan yang kontra produktif terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain itu diharapkan dengan pemahaman ini Panitera dan Sekretaris secara lebih baik dapat menjalankan tugas dan fungsi masing-masing demi menjaga harkat dan martabat peradilan.

Untuk itu di awal pelaksanaan perma tersebut, ada baiknya agar antara Panitera dan Sekretaris duduk bersama dengan para pemangku kepentingan di peradilan untuk memetakan berbagai masalah dan menggali pengetahuan yang diperlukan untuk kelancaran tugas tugas dimasa mendatang. komunikasi secara intensif dan berkesinambungan akan sangat berkontribusi untuk membangun kemitraan dan kerjasama. Dengan melihat regulasi yang ada saat ini, maka membangun hubungan kemitraan  merupakan suatu keniscayaan bagi keberhasilan lembaga peradilan.